Monday, 12 January 2015

Islamic talk "New Horizons" (part I) - Etiquette with the Qur'an

Assalamualaikum..

Untuk post kali ini, saya akan share mengenai isi dari islamic talk yang saya datangi beberapa waktu lalu. Tepatnya pada hari Sabtu, 4 Januari di Melbourne Madinah. Bagi yang belum tahu Melbourne Madinah, tempat ini adalah salah satu islamic centre di Melbourne yang sering digunakan sebagai tempat untuk kajian islam, kelas pendidikan islam (e.g. bahasa Arab dan tajwid), sholat Jumat, dll.

Melbourne Madinah terletak di 47 City Road, Southbank
Melbourne Madinah sejak minggu lalu menyelenggarakan event yang diberi nama "New Horizons" yang berlangsung selama 1 minggu. Dalam event ini, terdapat beberapa kajian yang disampaikan oleh Syeikh Sajid Umar, yang sedang melakukan kunjungan ke Melbourne. Beliau berbagi knowledge  tentang Islam diantaranya tentang: etika terhadap Qur'an, pembahasan surat Al Kahfi, menuntut ilmu bagi wanita, dll. Nggak semua kajian juga saya ikuti, karena sebagian ada yang berbayar :D. Even kajian yang free, ada juga yang saya missed. But, I'll try my best to share what I got from there. Semoga bermanfaat..

Banner "New Horizons with Syeikh Sajid Umar". Source: http://melbournemadinah.org
Pada tulisan ini, yang akan saya share adalah tentang kajian pertama yakni "Etiquette with Qur'an". Berikut ini adalah beberapa etika (yang perlu dilakukan) ketika kita membaca Qur'an:
  1. To be sincere with the Qur'an. Disini, kita harus bersungguh-sungguh (niat yang tulus) dalam membaca Qur'an. Masih ingat kan salah satu hadist bahwa "Semua amal ibadah tergantung dari niatnya" dan niat inilah yang menjadi fondasi diterimanya ibadah.
  2. To practice upon the teaching exists in the Qur'an and not doing anything contradicts the teaching in the Qur'an. Untuk perintah Allah yang memang dijelaskan dalam AlQur'an, maka kita patut untuk mengerjakannya. Sebaliknya, yang dilarang oleh Allah dalam AlQur'an, juga harus kita hindari.
  3. To be continuous in reciting Qur'an eventhough a little. Lebih baik membaca sedikit ayat per-harinya namun kontinyu dibanding membaca katakanlah puluhan juz namun hanya sewaktu-waktu. Dalam ceramahnya beliau menyarankan "take Qur'an as your companion!" dan "Have a daily relationship with the Qur'an!". Disampaikan bahwa jika kita meninggalkan Qur'an, maka Qur'an akan meningalkan kita jauh lebih cepat. Perlakukanlah Qur'an sebagaimana kita ingin diperlakukan. Coba bayangkan kalau kamu punya teman yang kadang-kadang aja ada buat kamu, seringkali dia lupa alias ninggalin kamu. Gimana perasaan kamu? pasti bete kan? :)
  4. To ponder the lessons from Qur'an (taddabbur). Untuk jaman yang maju saat ini, sangat mudah untuk menemukan Qur'an terjemah dimana-mana. Ini seharusnya membuat kita lebih mudah untuk mempelajari kandungan dari ayat-ayat yang dijelaskan dalam Qur'an. Beliau menyampaikan bahwa relationship seseorang dengan Qur'an dapat terlihat dari relationship seseorang dengan sholatnya. Jika sholatnya buruk, maka relationship nya dengan Qur'an juga pasti buruk. Jika kita memiliki relationship yang baik dengan Qur'an, setiap kali selesai membacanya kita akan semakin ingin membacanya lagi. Kita tidak akan bosan. Berbeda dengan membaca buku-buku bacaan lainnya.
  5. To be in a state of ritual purity (Wudhu) when touching Qur'an. Kita perlu melakukan wudhu sebelumnya jika menyentuh Qur'an, tetapi diperbolehkan untuk tidak berwudhu jika kita membaca Qur'an dari memori (tanpa menyentuh mushaf). Untuk wanita yang sedang menstruasi, maka mereka tidak diperbolehkan untuk menyentuh Qur'an. Berdasarkan pendapat mayoritas, golongan ini tidak diperbolehkan untuk membaca Qur'an dari memori. Tapi, ada situasi dimana ini diperbolehkan, yakni saat ini ditujukan sebagai doa/ penyembuh/ perlindungan. Berdasarkan pendapat minoritas, golongan ini tetap diperbolehkan untuk membaca dari memori. Alasannya adalah karena periode menstruasi ini cukup panjang dan berbeda antara "ritual impurity" yang disebabkan oleh hubungan suami istri dan yang disebabkan oleh menstruasi.
  6. To clean your teeth (To keep your mouth fresh)
  7. To say basmallah and ta'awwudz before reciting the Qur'an.
  8. To recite Qur'an with tajweed. Tidak dibenarkan untuk membaca Qur'an dengan terburu-buru. Untuk setiap huruf yang ada dalam Qur'an, kita harus memberikan hak-hak nya dengan baik dan merenungkan maknanya.
  9. To beautify your voice when reciting Qur'an.
  10. To glorify Allah when reading ayah that glorifies Allah and to seek refuge from Allah when reading ayah about punishment.
Ada beberapa diskusi yang menarik dalam kajian tersebut, yang sepertinya "sepele" namun ternyata kita juga ragu untuk menjawabnya. Antara lain:

* Apa hukumnya jika sesorang menghafal Qur'an dan kemudian lupa?
>Berdasarkan pendapat minoritas, maka orang ini berdosa karena dia lupa. Namun berdasarkan pendapat mayoritas, orang ini tidak berdosa karena dia lupa, namun dia berdosa karena menjadi "negligible" terhadap hafalan Qur'an nya.

* Mana yang lebih baik, membaca Qur'an dengan suara keras atau dengan suara pelan?
>Beberapa ulama mengatakan lebih baik membaca dengan keras dengan syarat itu tidak mengganggu orang lain. Beberapa ulama lain mengatakan lebih baik membaca dengan suara pelan karena akan menjadi lebih khusyu. At the end, Syeikh Sajid mengatakan yang manapun (keras atau pelan) itu lebih baik selama itu bisa membuat kita lebih khusyu.

* Berapa lama waktu yang terbaik untuk mengkhatamkan Qur'an?
>Ada yang menjawab 1 bulan, 7 hari, dan kurang dari 7hari. Namun yang terbaik adalah tergantung dari kemampuan kita masing-masing.

* Apakah mencium mushaf itu merupakan salah satu etika terhadap Qur'an?
>Tidak. itu bukan termasuk salah satu etika terhadap Qur'an karena tidak ada anjuran untuk melakukan hal tersebut, baik dalam Qur'an maupun dalam hadist.

* Yang saat ini sering terjadi dimana Qur'an digunakan sebagai dekorasi (penghias) dengan cara diletakkan di tembok, di mobil, dsb. Apakah itu hal baik atau buruk?
>Itu adalah hal buruk karena Qur'an ditujukan untuk dibaca, direnungkan dan dipraktikkan kandungan-kandungan yang ada di dalamnya.

* Mana yang lebih baik "reciting Qur'an from memory" atau "reciting Qur'an by looking inside" ?
>Yang mana saja yang membawa kepada konsentrasi yang lebih baik, itu adalah yang terbaik. Jadi, ini berbeda untuk tiap orang.


No comments:

Post a Comment