Apakah kamu tahu salah satu surat dalam Al Qur'an yang bernama surat Al Kahfi? Kalau pertanyaan ini, saya yakin sebagian besar muslim akan jawab "tahu" (kalo enggak tahu, coba dibuka Qur'an nya di rumah ya :)). Sekarang kalo pertanyaannya saya ganti, ada dalam juz berapakah surat Al Kahfi tersebut? Nah kalo ini mungkin banyak yang belum tahu ya. Jujur, saat ikut kajian kemarin, saya termasuk kelompok orang yang nggak tahu. Lantas merasa malu, karena ini artinya saya kurang peduli terhadap surat-surat dalam Al Qur'an.
Kenapa saya tanyakan pertanyaan ini? karena kali ini saya akan sharing pengetahuan yang didapat saat kajian beberapa waktu oleh Syeikh Sajid Umar. Kajian mengenai surat Al Kahfi ini berlangsung selama 5 hari (5-9 Januari 2014) di Melbourne Madinah. Bagi yang belum tahu apa itu Melbourne Madinah dan kajian sebelumnya tentang "Etiquette with the Qur'an", bisa melihat postingan sebelumnya disini.
![]() |
| Syeikh Sajid Umar saat memberikan kajian di Melbourne Madinah |
Surat Al Kahfi ini memiliki beberapa keistimewaan lho dibanding surat-surat yang lainnya:
- Surat ini berada di tengah-tengah Qur'an. So, kalo Qur'an terdiri dari 30 juz, artinya surat ini ada di juz ke-15. Gak percaya? Coba deh buka Qur'an kamu di rumah :)
- Surat ini merupakan perlindungan dari Dajjal
- Surat ini mengandung beberapa story. Umumnya, surat dalam Qur'an menceritakan 1 kisah. Namun dalam Surat Al Kahfi, terdapat 4 kisah sekaligus yang pada tiap-tiap kisahnya, mengajarkan nilai tersendiri:
- The story of people of the cave ~ trial about religion
- The story of a man with two gardens ~ trial about wealth
- The story of Musa AS dan Khidir AS ~ trial about knowledge
- The story of Zulqarnain ~ trial about power
- Mereka akan memperoleh cahaya yang menerangi mulai dari dirinya sampai ancient house (ka'bah)
- Dosanya akan diampuni mulai dari Jumat ini hingga Jum'at yang akan datang.
Al Kahfi berasal dari nama "Kahf" yang berarti gua yang luas, dimana ketika kita masuk ke dalam gua tersebut, kita bisa melihat sekitar isi gua. Sebagian besar ayat dalam surat ini diturunkan di Mekah, namun ada sebagian kecil yang diturunkan di Madinah. Oleh karena itu, surat ini tetap tergolong kepada Surat Makiyah.
Ada banyak nilai yang diajarkan melalui surat ini. Berikut ini adalah beberapa yang sempat dijelaskan dalam kajian kemarin (dan tentunya yang sempat juga saya tangkap dari penjelasan Syeikh Sajid):
- Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah untuk kita di muka bumi ini, ditujukan untuk "menguji" kita. Ujian ini akan menentukan "who will deny with Allah's decision" dan "who will be patient with Allah's decision".
- The importance of seclucion in our life. Ada kalanya kita perlu menyendiri untuk melakukan refleksi diri. Berfikir tentang apa saja yang sudah kita lakukan? Apakah kita sudah bertindak benar? Nilai ini berkaitan dengan kisah "people of the cave" dimana Allah mengasingkan mereka dari "plague area" ke dalam cave yang merupakan "neutral area".
- The importance of making du'a. Doa merupakan cara seorang muslim untuk melindungi imannya. And, this is also a sign that we put our trust in Allah. Through du'a, He will reply it by: giving what you ask; removing the calamity that might happen to you; or keeping your du'a in the day of Qiamat. Syeikh Sajid berikutnya mengingatkan bahwa yang akan membawa kita ke dalam surga bukanlah amal ibadah kita. Hanya kasih sayang Allah yang bisa membawa kita masuk ke dalam surga. Oleh karenanya, dalam doa, selalu mohon agar kita senantiasa mendapatkan kasih sayang-Nya.
- Iman is a means of guidance and Iman needs renewal. Kita semua tahu bahwa iman kita tidak selalu stabil, melainkan naik turun. Dan syaitan, selalu berusaha melemahkan iman kita perlahan namun pasti. Jadi kita perlu berupaya untuk mencegah kalaupun iman kita sedang turun, bukanlah turun "drastis" sehingga akan begitu sulitnya untuk kembali ke posisi semula.
- Speak when there is a need to speak and make sure it is beneficial. Lidah kita ibarat pedang, jika kita tidak melumpuhkannya, maka dia akan melumpuhkan kita.
- Go in an unconspicuous manner. Be voiceless when you are doing good. Maknanya, cukuplah Allah yang tahu ketika kita melakukan suatu kebaikan. Semoga Allah menjauhkan kita dari riya.
- Being soft/mercy with people.
- The success is being the instruction of Allah. So, if you leave Allah, you'll never be succeed. Success only comes from Allah. Never associate it with anything besides Allah.
- Never say "I will do it", except saying "insyaAllah"
- Be humble. Never feel better than somebody else. Allah menciptakan makhluk-Nya beraneka ragam. Keanekaragaman ini ditujukan agar kita saling mengenal satu sama lain. Bayangkan kalau semua orang di bumi ini sama. Memiliki wajah yang sama. Kekayaan yang sama. Bakat yang sama. Dunia ini akan sangat membosankan. Oleh karena itu, Allah menciptakan setiap manusia secara unik, dengan kelebihan dan kekurangannya tersendiri. So, Jangan pernah merasa lebih baik dibanding orang lain!
- Be a principle person: Person who has identity. Believer always know that the death is the end of temporary lify and the start of perfect life (in Akhirat).
- Rather a calamity that make us closer to Allah than a blessing that can make us far away from Allah.

No comments:
Post a Comment